Senin, 23 Maret 2009

LPJ BKS 2008

SUSUNAN ACARA

KEGIATAN BULAN KITAB SUCI 2008

Hari/tanggal

Jenis perlombaan

Tempat

Sabtu, 20 - 9 -2008

09.00 – selesai

Kualifikasi Lomba Paduan Suara

Gedung Anex

Minggu, 21 -9 – 2008

09.00 - selesai

Kualifikasi Lomba Menyanyi Solo

Gedung Anex

Senin, 22 - 9 – 2008

09.00 - 11.00

13.00 – 15.00

Lomba Mendaraskan Mazmur

Lomba Baca Kitab Suci tingkat SD

Gedung Anex

Gedung Anex

Selasa, 23 - 9 – 2008

09.00 - selesai

Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci tingkat SMA

Gedung Anex

Rabu, 24 - 9 – 2008

09.00 - selesai

Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci tingkat SMP

Gedung Anex

Kamis, 25 - 9 - 2008

09.00 - selesai

Final Lomba Paduan Suara

Gedung Anex

Jumat, 26 - 9 - 2008

09.00 - selesai

Final Lomba Menyanyi Solo

Gedung Anex

Minggu, 28 – 9 - 2008

15.00 – 16.30

17.00 – 19.00

Misa Penutupan

Pembagian hadiah

Gedung Anex

Gedung Anex

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

KETUA PANITIA BKS 2008

A. Pendahuluan

Puji dan syukur yang tak terhingga dan selalu kita haturkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa, karena berkat rahmat dan kasih karunia-Nya kita dapat melaksanakan semua kegiatan kita sehari-hari.

Sebagai umat katolik, setiap bulan September kita memperingati bulan kitab suci sebgai proses motivasi kita untuk lebih mencintai, merenungkan, dan menerapkan isi kitab suci dalam kehidupan sehari-hari. Seiring perkembangan dan perubahan zaman dari waktu ke waktu, pemaknaan dan posisi kitab suci sebagai pedoman kita dalam berkehidupan dirasakan semakin berkurang dan semakin terabaikan.

Gamaska FKIP Untan melalui kegiatan Bulan Kitab Suci (BKS), turut berusaha untuk menempatkan kembali posisi kitab suci sebagai pedoman hidup kristiani. Hal ini dilakukan dengan kegiatan konkrit, berupa perlombaan-perlombaan dalam serangkaian acara pekan Bulan Kitab Suci Gamaska FKIP Untan. Perlombaan-perlombaan yang dilaksanakan, merupakan satu di antara cara yang dilakukan untuk memperdalam pengetahuan dan menanamkan nilai-nilai baru tentang kitab suci.

Setelah berakhirnya kegiatan BKS Gamaska FKIP Untan tahun 2008, maka sudah semestinya dan merupakan kewajiban bagi kami selaku panitia memberikan laporan pertanggungjawaban untuk dijadikan bahan evaluasi, agar kegiatan BKS yang akan datang dapat berjalan lebih baik, dan semakin baik lagi.

B. Proses kepanitiaan

Kepanitian kegiatan Bulan Kitab Suci (BKS) Gamaska FKIP Untan tahun 2008 berjumlah 40 orang yang terdiri dari anggota Gamaska FKIP Untan. Setelah kepanitiaan dibentuk, langkah awal yang kami lakukan adalah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, yang berkaitan dengan konsep acara berbagai

perlombaan, serta misa penutupan sebagai tanda berakhirnya kegiatan. Dalam kinerja kepanitiaaan, permasalahan utama yang kami hadapi adalah kurangnya kesadaran dan tanggung jawab dari anggota panitia, sehingga hal ini berpengaruh terhadap minimnya jumlah anggota panitia yang bekerja. Secara langsung permasalahan ini berdampak negatif terhadap persiapan kegiatan (tertera pada bagian evaluasi panitia inti dan seksi-seksi).

C. Proses Kegiatan

Kegiatan Bulan Kitab Suci (BKS) Gamaska FKIP Untan ini dilaksanakan selama 9 hari, yaitu dari tanggal 20-28 September 2008. Selama 9 hari kegiatan, dilaksanakan berbagai perlombaan, yaitu : lomba paduan suara, lomba menyanyi solo, lomba mendarazkan mazmur, lomba baca kitab suci, lomba cerdas cermat kitab suci, dan berakhir dengan diadakannya misa penutupan. Keseluruhan kegiatan berjalan efektif, tentunya disertai berbagai kendala (tertera pada bagian evaluasi panitia inti dan seksi-seksi).

D. Rekomendasi

Sebagai ketua panitia, saya merekomendasikan hal-hal sebagai berikut untuk kepanitiaan selanjutnya.

1) Ketegasan kepemimpinan ketua dalam kinerja panitia

2) Pembentukan panitia keamanan

3) Pembentukan tim parkir, dilakukan sebelum kegiatan dilaksanakan

4) Sisa dana yang terdapat dalam panitia BKS 2008 dipergunakan untuk pembelian bel

E. Penutup

Laporan pertanggungjawaban ini kami buat secara garis besar dari keseluruhan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan, walaupun belum mencapai hasil yang maksimal. Sumbangan tenaga, materi, serta waktu yang telah Anda berikan merupakan motivasi terbesar bagi kami untuk berkarya dan terus berkarya. Harapan kami, dengan laporan pertanggungjawaban yang telah kami buat ini dapat menjadi pedoman bagi kepanitiaan berikutnya untuk dapat melakukan perubahan yang lebih baik. Permohonan maaf kami sampaikan apabila selama kegiatan banyak ditemukan kesalahan dan kekurangan.

Hormat kami,

Panitia BKS 2008

Ketua Sekretaris

Bonivasius Doni Frans Winarno

NIM F11107013 NIM F11107050

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

SEKRETARIS

A. Kondisi Objektif

Pada pembentukan panitia Bulan Kitab Suci Gamaska 2008 yang menjabat sebagai sekretaris adalah Frans Winarno.

B. Realisasi Kerja

Tugas seorang sekretaris dalam kepanitiaan berhubungan dengan pengetikan dan pencatatan di bidang tertentu. Adapun hal yang telah dilakukan selama kepanitiaan berlangsung adalah:

Ø Membuat proposal dan kemudian membantu mengajukannya.

Ø Membuat surat-surat yang diperlukan.

Ø Mengetik syarat-syarat dan ketentuan lomba.

Ø Membuat serifikat pemenang lomba.

Ø Mengetik laporan pertanggungjawaban.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, saya banyak dibantu oleh panitia maupun senior yang telah berpengalaman, sehingga membuat pekerjaan saya terbantu.

C. Evaluasi

Banyak sekali kendala yang terjadi di kesekretaritan, hal ini dikarenakan kurangnya pengalaman serta kemampuan yang terbatas. Selain itu, disebabkan juga oleh kurangnya koordinasi terhadap anggota panitia yang lain, khususnya seksi acara. Masalah ini berpengaruh besar terhadap kelancaran dari setiap kegiatan/acara, yang mana tugas seorang sekretaris sangatlah sentral. Kendala tersebut terjadi juga disebabkan tidak fokusnya seorang sekretaris terhadap tugas-tugasnya; mengingat minimnya panitia yang bekerja dalam hal ini sekretaris juga membantu kapanitaan lain dalam menyelesaikan tugasnya.

D. Rekomendasi

Melihat berbagai permasalahan yang terjadi, khususnya di bagian kesekretariatan; maka saya merekomendasikan.

Ø Pilihlah sekretaris yang sudah berpangalaman dalam hal pengetikan sehingga tidak terjadi banyak kesalahan dalam pengetikan tersebut.

Ø Gunakanlah waktu sebaik mungkin, dan jangan menunda-nunda pekerjaan.

Ø Bertanggungjawablah terhadap pekerjaan yang telah diberikan.

Ø Berusahalah agar tetap fokus terhadap tugas.

Ø Selesaikan terlebih dahulu setiap tugas, kemudian barulah membantu tugas kepanitaiaan yang lain.

Ø Sekretaris harus selalu berkomunikasi dengan semua panitia kegiatan dalam melaksanakan tugasnya agar tidak terjadi kekeliruan.

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban dari panitia bagian kesekretariatan, apa yang dipaparkan di atas tentu akan menjadi gambaran untuk kepanitiaan berikutnya. Sangat diharapkan untuk kepanitaan berikutnya, bahwa apa yang menjadi kendala dalam kepanitiaan sekarang tidak terjadi lagi di kepanitiaan ke depannya atau setidaknya harus diminimalisir.

Dengan sangat rendah hati, saya menyampaikan terima kasih kepada semua belah pihak yang telah ikut berpartisiapsi dan membantu serta menyukseskan kegiatan ini. Semua jerih payah yang telah kita lakukan tentunya selalu di perhatikan oleh Allah, dan semoga dengan berkat-Nya kita selalu dilindungi dalam kuasa tangan-
Nya. Amin


LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA

A. Kondisi Objektif

Pada pembentukan panita BKS tahun 2008, saya Yunita dipercayakan menjadi bendahara.

B. Realisasi Kerja

Dalam pelaksanaanya di lapangan, saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan tugas saya sebagai bendahara. Adapun tugas-tugas yang telah saya lakukan, antara lain:

1. Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dana panitia

2. Mengontrol keadaan keuangan panitia

Dengan tugas-tugas yang telah saya lakukan di atas, kinerja saya di lapangan belum sepenuhnya berhasil dengan baik.

C. Evaluasi

Kinerja saya di lapangan terkendala dengan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi panitia. Di antaranya yaitu :

1) Kurangnya pendataan yang akurat dari masing-masing seksi dalam merincikan dana, sehingga bendahara sulit untuk mengontrol keadaan keuangan.

2) Kurangnya koordinasi masing-masing seksi kepada bendahara, sehingga banyak pengeluaran dana yang tidak terduga sebelumnya.

3) Pendataan pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan kurang jelas dan kurang efektif

D. Rekomendasi

Dari hasil evaluasi sebelumnya, diharapkan untuk kepanitiaan selanjutnya agar dapat memperbaiki kinerja saya atau setidaknya dapat mengurangi masalah-masalah yang terjadi di kepanitiaan kami sekarang. Oleh karena itu, kami merekomendasikan:

1. Pendataan yang akurat dan efektif wajib dilakukan agar mudah mempertanggung jawabkannya.

2. Meningkatkan koordinasi masing-masing seksi kepada bendahara

3. Cepat tanggap terhadap pengeluaran yang tak terduga

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban bendahara dalam kegiataan Bulan Kitab Suci Gamaska 2008 saya buat, dan bertujuan untuk memberikan gambaran singkat mengenai kinerja yang telah saya lakukan. Dari setiap tugas yang telah dilaksanakan, semuanya tidak terlepas dari perhatian pihak-pihak lain turut serta memberikan bantuannya. Saya menyadari bahwa apa yang telah saya lakukan di dalam kepanitiaan masih terdapat banyak kekurangan dan oleh karena itu, kami mohon maaf kepada semua belah pihak yang berpartisipasi. Akhir kata, semoga kita semua selalu diberkati dan dilindungi oleh kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Amin

LAPORAN KEUANGAN KEGIATAN

BULAN KITAB SUCI 2008

Pemasukan

Proposal

v Sintang Rp 250.000

v Sekadau Rp 2.900.000

v Fakultas Rp 200.000

v PT Lyman Rp 200.000

v CU Pancur Kasih Rp 300.000

Jumlah Rp 3.850.000

List

v List dosen Rp 220.000

v Pend. Matematik Rp 60.000

v Penjaskes Rp 290.000

v Pend. Bahasa Inggris Rp 226.000

v Pend. Biologi Rp 90.000

v Pend. Bahasa Indonesia Rp 115.000

v Pend. Ekonomi Rp 60.000

v Senior Gamaska Rp 50.000

v Maba Rp 470.000

v Pak Harso Rp 1.000.000

Jumlah Rp 2.581.000

Penjualan

v Penjualan daging Rp 300.000

v Penjualan pin Rp 250.000

Jumlah Rp 550.000

Lain-lain

v Pimjaman ASEG Rp 260.000

v Pendaftaran peserta Rp 2.940.000

v Komisi Rp 100.000

v Kolekte Rp 471.000

v Pembukaan kantin Rp 111.700

Jumlah Rp 3.882.700

Total pemasukan Rp 10.863.700

Pengeluaran

Kesekretariatan

v tinta print Rp 118.500

v kertas HVS Rp 6.000

v fotokopi Rp 227.300

v kertas folio Rp 6.000

v amplop panjang Rp 56.000

v spidol Rp 6.000

v kwintansi Rp 3.000

v map Rp 21.200

v kertas kromo Rp 50.000

v isi staples Rp 1.000

v pen pilot Rp 4.500

v kertas foto Rp 95.000

v Pembuatan LPJ Rp 100.000

v Perbanyak LPJ Rp 195.000

v Pembuatan sertifikat Rp 134.000

Rp 1.023.500

Seksi Acara

v uang pembinaan Rp 1.745.000

v juri Rp 900.000

v keyboardist Rp 100.000

v amplop Rp 4.500

v kertas isolasi Rp 5.000

v lilin Rp 28.500

v pembatas buku Rp 5.400

v gantungan kunci Rp 16.500

v pin Rp 15.000

v kertas kado Rp 3.000

v rokok operator Rp 50.000

v piala Rp 660.000

v bunga Rp 15.000

v pita, paniti, dan isolasi Rp 13.000

v gunting + jarum Rp 8.500

v sewa baju nari Rp 200.000

Rp 3.769.400

Usaha Dana

v pembelian daging Rp 150.000

v pembelian bumbu Rp 149.000

v plastik Rp 7.000

v pembuatan pin Rp 300.000

Rp 606.000

Perdekor

v sewa bel Rp 20.000

v sewa bunga Rp 250.000

v pembuatan kartu nama Rp 50.000

v sewa Gedung Anex Rp 200.000

v sewa sound system Rp 500.000

v sewa organ Rp 100.000

v pembelian lampu Rp 10.000

v pembelian perlengkapan dekor. Rp 250.000

Rp 1.280.000

Konsumsi

v kopi Rp 12.000

v gula Rp 8.000

v teh Rp 7.400

v aqua 14 kotak Rp 208.500

v isi galon Rp 26.000

v kotak kue Rp 97.600

v tissue Rp 2.500

v pembelian kue Rp 634.700

v aqua botol Rp 56.100

v sedotan Rp 500

v permen Rp 13.000

v LPJ Rp 100.000

Rp 1.166.300

Hupudok

v 2 buah baterai energizer Rp 45.000

v kertas foto Rp 8.000

v 5 buah baterai Rp 70.500

Rp 123.500

Pengadaan inventaris

v Pembelian bel Rp 315.000

Total pengeluaran Rp 8.283.700

Total pemasukan Rp 10.863.700

Total pengeluaran Rp 8.283.700 -

Saldo Rp 2.580.000

Bendahara BKS 2008

Yunita



LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

SEKSI ACARA

A. Kondisi Objektif

Pada pembentukan kepanitiaan, seksi Acara terdiri dari 6 orang, yaitu Cornelia Oda, Robertus Umi Irawan, Sosianti, Veronica Binjhu, Maria Presegis Gembira Meo, dan Olenggius Jiran Dores. Namun dalam teknis di lapangan, saudara Olenggius Jiran Dores digantikan oleh Fonnie yang dikarenakan saudara Olenggius mengundurkan diri dari kepanitiaan. Tetapi tetap membantu dalam kinerja kepanitiaan.

B. Realisasi Kerja

Dalam pelaksanaan kegiatan, seksi acara dipercayakan untuk merancang kegiatan dan lomba–lomba yang akan diselenggarakan, yang kemudian disosialisasikan denagn ketua panitia serta panitia BKS lainnya.

Adapun kinerja dari seksi acara meliputi :

a. Pembagian tugas/penanggung jawab untuk lomba–lomba,

b. Pembuatan Jadwal Petugas untuk pendaftaran dan kegiatan lomba BKS,

c. Pengadaan technical meeting (TM) pada 17 dan 18 September 2008,

d. Mengecek dan Menghandle persiapan lomba, misa dan acara penutupan,

e. Persiapan untuk acara penutupan seperti koor, tarian, vocal group, dan parodi.

f. Pembuatan draft acara penutupan,

g. Pembutan Tatib Lomba dan penilaian.

Namun dalam realisasinya, terdapat beberapa kendala yang membuat kinerja seksi acara masih dirasakan kurang baik, antara lain :

Ä Kurangnya koordinasi antaranggota dalam seksi acara yang kadang membuat miskomunikasi.

Ä Kurangnya intensitas pertemuan antaranggota seksi acara dalam menyusun dan merancang kegiatan (Lomba-lomba, teknis lomba, misa dan acara penutupan dan lain sebagainya).

Ä Bentrokan jadwal kuliah anggota seksi acara dengan kegiatan yang menyebabkan pergantian petugas yang menghandle secara tiba–tiba.

C. Rekomendasi

Agar kekurangan kami dari seksi acara pada Pekan BKS 2008 tidak terulang lagi pada seksi acara dalam kepanitiaan selanjutnya, maka kami merekomendasikan sebagai berikut :

1. Seksi acara harus bisa berkomunikasi denagn sesama panitia dan rekan– rekan Gamaska agar apa yang direncanakan dapat diketahui oleh seluruh anggota. Sehingga tidak terjadi kesalahan informasi.

2. Seksi acara dan penanggung jawab lomba harus sering mengadakan rapat intern agar semua anggota dalam seksi acara (beserta PJ lomba) mengetahui rancangan dan rencana yang akan dilakukan dalam kegiatan. Paling tidak mengadakan pertemuan sebanyak 5 (lima) kali atau lebih, diluar rapat panitia.

3. Seksi acara harus banyak melibatkan panitia lain. Setiap panitia juga harus memiliki komitmen yang optimis untuk dapat menyukseskan acara yang direncanakan, sehingga terdapat kerja sma dan komunikasi yang baik sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.

4. Perencanan dan pelaksanaan kegiatan harus disusun dengan matang dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin sehingga apa yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik, mengingat BKS dilaksanakan setelah libur semester yang cukup panjang dan waktu efektif yang dimiliki hanya 1 bulan untuk bisa mengumpulkan semua panitia guna membahas masalah kegiatan.

5. Semua panitia harus mempersiapkan tempat, tanggal dan hari kegiatan yang kemudian dikoordinasikan dengan panitia lainnya, sehingga bisa meminimalkan terjadinya bentrok dengan jam perkuliahan.

6. Draft acara perlu dipersiapkan dari awal secara matang dan sebaik mungkin. Semua panitia harus bisa lebih sering berkomunikasi dengan seksi acara apabila ada perubahan jadwal.

7. Seksi acara harus membuat konsep yang lebih jelas tentang acara penutupan.

8. Tatib lomba, undangan permohonan pengiriman utusan, dan hadiah harus dipersiapkan dari awal, agar kemudiannya dapat dibicarakan dan disosialisasikan kepada seluruh panitia sebelum undangan disebarkan.

9. Sebaiknya dalam undangan tidak perlu dicantumkan syarat agama.

10. Technical meeting (TM) harus bisa melihat situasi dan kondisi. Technical meeting sebaiknya dilaksanakan di tempat yang pasti bisa digunakan dan tidak menibulkan masalah dengan pihak lain, walaupun peminjaman telah dilakukan dari awal.

11. Peralatan untuk kegiatan harus dipersiapkan sebelum perlombaan dan kegiatan dimulai.

12. Undangan harus disebar lebih awal dna diusahakan harus terkirim. Diperlukan pembagian tugas untuk menyebarkan undangan ke sekolah–sekolah, OMK, dan fakultas.

13. Setiap perlombaan harus memiliki PJ tersendiri diluar seksi acara.

14. Job describtion harus jelas, khususnya PJ setiap lomba dalam BKS.

15. Seksi acara dan panitia lain perlu memperhatikan secara mendetail hal–hal kecil seperti nomor undangan, daftar registrasi, rekapitulasi peserta dna pemenang dan hal–hal kecil lainnya yang dapat membuat kegiatan terganggu.

16. Nama–nama pemenang lomba diusahakan rangkap dua; 1 dipegang oleh PJ lomba masing–masing dan yang 1 lagi diserahkan pada koordinator seksi

acara sebelum acara penutupan. (sebaiknya yang mengetahui pemenang hanya PJ lomba dan CO seksi acara)

17. Seksi Acara tidak boleh menjadi MC dalam kegiatan, kecuali dalam keadaan mendesak.

18. Mengikutsertakan mahasiswa baru dalam melaksanakan kegiatan.

19. Seksi acara perlu menunjuk PJ dalam mengisi acara penutupan

20. Petugas untuk misa perlu dipersiapkan sebaik mungkin dan diberi arahan jika perlu.

21. Pengisi acara untuk acara selingan yang satu dengan yang lain hendaknya dibedakan, agar pengisi acara bisa lebih fokus.

22. Acara selingan untuk lomba sebaiknya dipersiapkan agar tidak ada kesan mendadak atau terburu–buru.

23. Perlu menambah acara selingan untuk penutupan; selain tarian, parody, vocal group, dan door prize.

24. Pengisi acara dna panitia yang ditunjuk untuk mengisi acara harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

25. Glasi resik untuk acara penutupan dapat dilakukan 1 hari sebelumnya (atau pagi hari sebelum misa penutupan dimulai) dan dilakukan secara sistematis.

26. Kerja sama dan kepercayaan dan komitmen dari semua panitia dalam kegiatan sangat dibutuhkan, sehingga tidak akan ada rasa atau anggapan adanya pemusatan tugas.

27. Dibentuknya seksi liturgi, hal ini bermaksud agar acara setiap kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta tidak memberatkan seksi acara dalam menyiapkan acaranya.

D. Evaluasi

Dari semua rangkaian kegiatan yang kami lakukan, kami yakin rekan–rekan anggota Gamaska dapat mengambil hal–hal yang dianggap baik sebagai bahan acuan bagi kepanitiaan yang akan datang.

Inti dari semua kegiatan ini adalah perlunya komitmen, kerjasama, kepercayaan dan kesadaran dari masing–masing anggota bahwa apa yang kita kerjakan adalah demi eksistensi Gamaska dan demi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban dari seksi acara ini kami buat agar diketahui bersama–sama. Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak memiliki kekurangan; karenanya kami mohon maaf apabila ada sesuatu hal yang tidak berkenan baik selama persiapan, pelaksanaan kegiatan maupun dalam penuliasan LPJ ini.

Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus, senior, senioren, pembina dan semua pihak yang telah berpartisipasi dan memotivasi kami, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga kegiatan ini dapat berjalan.

Semoga apa yang menjadi kekuranagn kami dapat diperbaiki dan dijadikan sebagai masukan untuk kepanitiaan yang akan datang, sehingga semua kegiatan yang direnacanakan dapat terealisasi dengan baik seturut denga kehendak Tuhan kita Yesus Kristus. Akhir kata, semoga Tuhan selalu memberkati kita dan pelayanan kita. Amin

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

LOMBA BACA KITAB SUCI (LBKS)

A. Kondisi Objektif

Kegiatan dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci tahun 2008 ini terdiri dari berbagai macam, satu di antaranya adalah Lomba Baca Kitab Suci. Lomba ini ditujukan untuk tingkat SD (kelas IV-VI) dan tingkat SMP (VII-IX) yang dilaksanakan pada hari Senin, 22 September 2008. Adapun penangung jawab lomba ini adalah Veronica Binjhu.

B. Realisasi Kerja

Lomba Baca Kitab Suci ini berlangsung dengan cukup baik. Namun, ada beberapa kendala yang terjadi, tetapi Puji Tuhan masih bisa kami atasi.

Adapun kendala–kendala yang kami hadapi antara lain :

a. Terjadinya kesalahan penulisan ayat–ayat Kitab Suci yang di undi pada waktu TM.

b. Adanya pergantian juri dimana sebelumnya semua juri adalah dari rekan– rekan Gamaska, kemudian salah satunya digantikan oleh dosen agama, dengan pertimbangan diperlukan satu juri yang lebih senior/berpengalaman.

c. Jumlah peserta membludak yang mendaftar pada waktu TM. Sehingga panitia agak kesulitan saat melakukan pendataan ulang karena peserta yang mendaftar terlalu banyak/tidak sesuai dengan target.

d. Keterlambatan waktu TM dan perlombaan dimulai.

e. Tiang Mic yang tidak sesuai dengan tinggi peserta, sehingga terkadang panitia harus membetulkan posisi mic.

f. Menyikapi peserta lomba yang juga terdiri dari tingkat SD, maka untuk lebih memudahkan peserta dalam mencari ayat-ayat yang akan dibacakan telah dibuatkan perikopnya.

g. Kurangnya koordinasi antarpanitia.

Perlombaan Baca Kitab Suci ini dilakukan satu hari penuh dengan teknis dimana peserta SD dan SMP dipanggil secara bergantian. Jumlah peserta yang mendaftar adalah 45 peserta, dimana 25 peserta dari SD dan 24 peserta dari SMP. Setelah perlombaan berakhir, dewan juri yang terdiri dari 3 orang, yaitu bapak Yohanes Peten Lewo, saudari Agustina Mira Arianti, dan saudara Robertus Umi Irawan, telah memutuskan 3 peserta terbaik pada masing–masing tingkat. (terlampir)

C. Rekomendasi

Agar Lomba Baca Kitab Suci pada tahun berikutnya dapat berjalan dengan lebih baik lagi, kami merekonmendasikan sebagai berikut :

1. Dalam pemilihan juri, sebaiknya dipilih juga juri yang lebih berkompeten di bidangnya dan sudah berpengalaman.

2. Sebaiknya pendaftaran peserta ditutup 1 (satu) hari sebelum TM, agar panitia tidak kesulitan dalam merekapitulasi atau mendata nama–nama peserta sekaligus mengantisipasi jumlah peserta yang banyak.

3. Jika akan mengadakan lomba ini dalam dua tingkatan, sebaiknya dilaksanakan selama 2 hari sebagai antisipasi jumlah peserta yang banyak.

4. PJ dan panitia lain perlu memperhatikan hal–hal kecil/masalah–masalah yang sederhana (misalnya nomor undian, daftar registrasi dll), karena walaupun dianggap kecil tetapi dapat menimbulkan masalah yang berarti.

5. Posisi mic harus disesuaikan dengan mimbar, sehingga tidak menghalangi atau menganggu peserta dalam membaca kitab suci.

6. Selingan untuk lomba bisa lebih dipersiapkan dengan matang.

D. Evaluasi

Melihat dari rangkaian kegiatan dan realisasi kerja diatas, maka kami mengevaluasi dalam pelaksanaan di lapangan sebaiknya setiap panitia menyadari bahwa kita bekerja sebagai satu keluarga yang satu sama lain saling melengkapi. Selain itu perlu adanya komitmen dari semua panitia dalam menyukseskan kegiatan tersebut, sehingga tidak hanya terpaku pada orang–orang tertentu saja.

E. Penutup

Demikianlah LPJ dari seksi acara dalam pelaksanaan Lomba Baca Kitab Suci ini. Kami sampaikan terima kasih kepada semua panitia angkatan 2007 dan semua pihak yang telah membantu dalam persiapan dan pelaksanaan lomba ini. Kami sadar bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan yang kami lakukan. Oleh karena itu, kami mohon maaf dan semoga kita sekalian selalu diberkati oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Amin

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

LOMBA KOOR / PADUAN SUARA

A. Kondisi Obektif

Pelaksanaan Lomba koor/paduan suara dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci tahun 2008 oleh Gamaska FKIP Untan lomba ini ditujukan untuk tingkat SMA, OMK, mahasiswa dan asrama. Dewan juri terdiri dari 3 orang, yaitu Bapak Konklusius Bona, Bapak Yohanes Peten Lewo, dan Frater Sintus. Adapun penanggung jawab dari lomba ini adalah Robertus Umi Irawan.

Perlombaan ini dilaksanakan pada tanggal 20 September 2008 yang bertempat di Gedung Anex Universitas Tanjungpura, dengan peserta sebanyak 5 tim. Perlombaan ini baru kali pertama dilaksanakan.

B. Realisasi Kerja

Lomba koor adalah lomba pertama yang dilaksanakan dari serangkaian lomba yang ada. Adapun yang kami lakukan dalam menyukseskan lomba ini antara lain memilih lagu–lagu yang akan dibawakan dalam lomba, menyusun tatib dan penilaian lomba. Dalam pelaksanaan, terdapat beberapa kendala yang kami hadapi, antara lain:

a. Kurangnya mic bagi peserta, sehingga ada peserta yang mempergunakan mic dan ada juga yang tidak. Sehingga membuat peserta yang tidak menggunakan mic merasa panitia tidak konsisten terhadap peraturan.

b. Teks lagu yang diberikan oleh panitia bermasalah, sehingga peserta ada yang menggunakan teks dengan aransemen yang berbeda.

Dari hasil penilaian, dewan juri menetapkan pemenang-pemenang dengan nilai yang terbaik (terlampir).

C. Rekomendasi

Agar kesalahan kami tidak terulang lagi, kami merekomendasikannya sebagai berikut:

a. Sebaiknya mic yang dipakai bisa sesuai dengan kelompok suara ,minimal 4 buah mic.

b. Perlu adanya ketegasan dalam peraturan, agar peserta tidak merasa dirugikan.

c. Untuk selanjutnya sebaiknya hanya diberikan judul lagu dan penciptanya saja. Jadi, jika peserta memilih lagu–lagu yang akan dibawakan, mereka harus menyertakan teks yang dilatih masing–masing.

d. Ada baiknya membuat mini mimbar dan pijakan untuk dirigen.

e. Lebih teliti untuk melihat asal peserta, agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan asal peserta.

f. Melengkapi nama-nama peserta pendaftaran serta nama-nama peserta yang menjadi juara untuk dijadikan arsip.

D. Evaluasi

Dari kinerja dan realisasi kerja diatas, maka kami mengevaluasi dimana perlunya ketegasan dari panitia dalam menerapkan tata tertib sehingga peserta tidak merasa adanya pembedaan atau pilih kasih dengan peserta lain.

E. Penutup

Demikianlah Laporan pertanggungjawaban dari seksi acara dalam lomba koor ini. Semoga LPJ ini dapat dijadikan sebagai gambaran target lomba selanjutnya. Kami merasa bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan baik selama persiapan, pelaksanaan lomba hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas segala partisipasi dari semua pihak. Tuhan memberkati.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

LOMBA MENDARAZKAN MAZMUR

A. Kondisi Objektif

Lomba mendarazkan Mazmur ini ditujukan untuk tingkat SMA, OMK, dan mahasiswa. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah peserta yang mengikuti lomba ini relatif menurun yaitu 9 orang. Lomba dilaksanakan pada tanggal 22 September 2008. Dewan juri yang memberikan penilaian terdiri dari Bapak Konklusius Bona, Bapak Yohanes Peten Lewo, dan Saudara Sabinus. Adapun penanggung jawab dari lomba ini adalah Maria Presedis Gembira Meo.

B. Realisasi Kerja

Untuk menyukseskan lomba tersebut, kinerja yang dilakukan antara lain menentukan mazmur yang akan dibawakan, merancang teknis pelaksanaan dan cara penilaian serta membuat Tatib perlombaan.

Secara umum, lomba ini berjalan dengan cukup baik, tetapi masih ada beberapa kekurangan dan kendala yang kami hadapi. Adapun kendalanya sebagai berikut :

a. Terjadinya miskomunikasi dimana CO seksi acara hampir lupa bahwa TM dilakukan pada tanggal 17. Permasalahan itu bisa diatasi, sebab sebelumnya sudah dipersiapkan Tatib dan penilaian lomba.

b. Peserta yang mengikuti TM hanya beberapa saja, sehingga pada waktu lomba masih ada peserta yang melakukan cek nada.

c. Buku mazmur yang dipakai peserta untuk latihan dengan yang dipakai waktu lomba berbeda terbitan; sehingga ada peserta yang bingung saat lomba akan dimulai, tetapi hal tersebut bisa diatasi karena menurut juri hal tersebut tidak terlalu berpengaruh dengan penilaian.

Setelah melalui penilaian yang terdiri dari beberapa kriteria, akhirnya dewan juri pun memutuskan tiga orang peserta terbaik yang berhak menyandang juara 1 – 3.

C. Rekomendasi

Agar kesalahan yang kami lakukan tidak terulang kembali, maka kami merekomendasikan sebagai berikut :

1. PJ dan seksi acara harus membuat TM secara sistematis dan terperinci serta harus selalu berkomunikasi.

2. Perlu adanya ketegasan panitia dalam surat undangan, dimana peserta wajib hadir dalam TM dan cek nada, agar cek nada tidak dilakukan pada saat menjelang lomba, sehingga dapat mengefisienkan waktu.

3. Untuk menghindari masalah penerbit yang berbeda, sebaiknya panitia memberikan fotokopian mazmur yang akan diLombakan yang diberikan pada waktu peserta mendaftar.

4. MC untuk lomba harus siap dengan konsepnya, agar tidak ada kesan tidak ada esan tidak siap.

5. Kerja sama dan komitmen panitia sanagt dibutuhkan.

D. Evaluasi

Dari semua rangkaian kegiatan yang telah terlaksana, kami ingin mengevaluasi dimana sebaiknya semua hal yang dikerjakan harus direncanakan dengan sebaik mungkin. Selain itu, diperlukan komitmen dan tanggung jawab dari semua panitia agar kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban seksi acara dari lomba mendarazkan mazmur ini kami buat agar diketahui secara bersama–sama. Semoga apa yang kami buat dapat menjadi bahan acuan dalam membuat keputusan. Kami sadar bahwa apa yang kami buat masih banyak mamiliki kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon maaf dan kami juga mengucapkan terima kasih yang setulusnya atas segala bantuan dari semua pihak sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan ini. Semoga Tuhan selalu memberkati segala karya kita. Amin

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

LOMBA CERDAS CERMAT KITAB SUCI (LCCKS)

A. Kondisi Objektif

Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci (LCCKS) adalah perlombaan yang menguji pengetahuan mengenai Kitab Suci dan pengetahuan umum tentang keagamaan lainnya. Peserta yang mengikuti terdiri dari 2 tingkatan, yaitu SMP dan SMA. Jumlah peserta LCCKS keseluruhan tahun ini adalah 20 tim, dimana 15 tim dari tingkat SMA dan 5 tim dari tingkat SMP. Dewan juri terdiri dari 2 kelompok. Dewan juri untuk tingkat SMA terdiri dari Pastor Markus Soje, Pr., Saudari Tri Wulandari, dan Saudari Frederika Advensia D.L.. Dewan juri tingkat SMP terdiri dari Bapak Yohanes Peten Lewo, Saudara Willi Brodus Timda, dan Saudari Dessy Feriyanti. Adapun penanggung jawab dari lomba ini adalah Cornelia Oda dan Sosianti.

B. Realisasi Kerja

Upaya yang kami lakukan dalam rangka menyukseskan kegiatan ini antara lain; menyusun tatib perlombaan, berkoordinasi dengan panitia lain tentang teknis LCCKS, serta membantu dalam pembuatan dan penyusunan soal. Lomba diadakan selama 2 hari, yaitu pada hari selasa, 23 September 2008 untuk LCCKS tingkat SMA dan hari Rabu, 24 September 2008 untuk LCCKS tingkat SMP. Perlombaan ini menggunakan sistem kelompok pertandingan. Untuk tingkat SMA yang terdiri dari 15 tim dibagi menjadi 4 kelompok pertandingan di mana dari keempat kelompok tersebut diambil satu tim dengan nilai tertinggi yang kemudian bertanding lagi untuk mendapatkan gelar juara. Untuk tingkat SMP yang terdiri dari 5 tim, dilakukan satu kali pertandingan hingga didapatkan juara 1 – 3.

Dalam pelaksanaan lomba kami menghadapi beberapa kendala, tetapi masih bisa kami hadapi dengan baik. Kendala yang kami hadapi dalam perlombaan ini antara lain sebagai berikut :

a. Waktu lomba yang terpaksa dimundurkan karena menunggu salah satu juri

b. Kurangnya koordinasi tentang teknis pelaksanaan secara mendetail dengan petugas.

c. Kurangnya koordinasi antara pembaca soal dengan dewan juri (LCCKS SMP).

d. Soal cadangan dan soal rebutan final yang lupa dibuat (LCCKS SMA).

C. Rekomendasi

Agar kekurangan kami tidak terulang lagi di waktu yang akan datang, maka kami merekomendasikan sebagai berikut :

1. Diusahakan agar juri dapat datang tepat waktu, sehingga peserta tidak merasa bosan karena perlombaan belum juga dimulai.

2. PJ lomba dibantu seksi acara dan panitia lainnya hendaknya mempersiapkan konsep dan teknis lomba secara mendetail agar tidak terjadi miskomunikasi baik antarpanitia maupun dengan peserta.

3. Hendaknya pembaca soal dan juri dapat berkoordinasi dalam teknis lomba.

4. Sebaiknya perlu diadakan gladi resik bersama juri dan pembaca soal agar dapat memahami teknis perlombaan.

5. Pembaca soal yang ditunjuk hendaknya memahami dengan baik tentang teknis dalam membaca soal.

6. Sebaiknya soal–soal untuk LCCKS dipersiapkan dan sudah harus selesai minimal 1 (satu) hari sebelum perlombaan, agar bisa dikoordinasikan kembali.

D. Evaluasi

Dari serangkaian kegiatan yang telah kami lakukan, kami yakin rekan–rekan anggota Gamaska dapat mengambil hal–hal yang dianggap baik sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi kepanitiaan yang akan datang. Beberapa hal yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan sebuah kegiatan kepanitiaan adalah perlunya komitmen, kerjasama, kepercayaan, rasa tanggung jawab dan rasa kekeluargaan serta kesadaran dari masing – masing anggota yang harus tetap dijaga agar setiap kegiatan yang dijalankan dapat berhasil dan sesuai dengan yang direncanakan.

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban ini kami buat untuk kita ketahui bersama, sebagai gambaran singkat tentang pelaksanaan LCCKS dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci. Semoga Laporan pertanggungjawaban ini dapat memberikan pandangan dan masukan serta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam membuat keputusan bagi kegiatan berikutnya.

Kami sadar kami memiliki banyak kekurangan baik selama persiapan dan pelaksanaan kegiatan serta dalam penyusunan LPJ ini. Oleh karenanya, kami mohon maaf dan kami juga mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada seluruh panitia Pekan BKS GAMASKA 2008, pengurus, para pembina, para dosen, para donator, senior, senioren dan seluruh anggota Gamaska serta semua pihak yang telah mendukung dan memberikan motivasi kepada kami, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Akhir kata, semoga Tuhan selalu memberkati semua usaha dan pelayanan kita terutama bersama Gamaska. Amin.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

TIM SOAL LCCKS

A. Kondisi Objektif

Pada pembentukan kepanitiaan, tim soal LCCKS terdiri dari Frederika Advensia D.L., Makra Januaritin F., Yohanes Andri, Asteria Santi, T. Adri Abi, Aksar, dan Fonnie yang dibantu oleh seksi acara.

B. Realisasi Kerja

Tugas utama dari tim soal adalah mencari, membuat, mengoreksi dan menyaring soal–soal yang akan digunakan dalam perlombaan yang terdiri dari dua tingkatan, yaitu SMP dan SMA. Sebelum libur semester, tim soal telah dikerahkan untuk mengumpulkan dan mencari soal–soal di daerah masing–masing, setelah liburan selesai, hanya separuh soal yang baru terkumpul.

Selama kurang lebih 2 minggu sebelum kegiatan beberapa orang anggota tim soal yang dibantu beberapa panitia lainnya dan pengurus mencari dan membuat soal–soal yang diambil dari sumber–sumber yang relevan. Karena teman–teman panitia dan pengurus yang membantu membuat soal hanya beberapa orang, maka soal yang terkumpul belum memenuhi target; tetapi akhirnya soal selesai dipilih dan dikumpulkan. Namun, pada saat lomba akan dimulai (LCCKS SMA), ternyata ada beberapa soal yang belum dibuat, jadi panitia yang lain cepat–cepat membuat soal sehingga kendala tersebut bisa diatasi.

C. Rekomendasi

Agar kesalahan dan kekurangan kami tidak terulangi lagi pada kepanitiaan selanjutnya, kami merekomendasikan sebagai berikut :

1. Hendaknya tim soal dipilih dengan sebaik–baiknya dimana tim soal memiliki komitmen dan tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas dan kepercayaan yang diberikan.

2. Semua panitia selain tim soal sebaiknya juga ikut membantu dalam pembuatan soal agar target soal dapat tercapai.

3. Sebaiknya standar soal yang dibuat tidak terlalu tinggi. Di dalam setiap babak perlu disesuaikan bobot soal antara kelompok yang satu dengan yang lain.

4. Sebaiknya soal–soal yang dikumpulkan dikonsultasikan terlebih dahulu denagn orang yang lebih ahli sehingga soal–soal tersebut bisa relevan baik denagn tingkatan maupun dengan standar soal.

5. Sebaiknya soal–soal harus bisa selesai paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai, agar dapat mengantisipasi jika ada soal yang kurang.

D. Evaluasi

Dari kinerja dan realisasi kerja di atas, kami sadar bahwa kami masih memiliki banyak kekurangan. Maka, kami mengevaluasi bahwa komitmen dan rasa tanggung jawab sangat penting dalam pelaksanaan tugas sebagai tim soal. Selain itu, harus bisa mengefektifkan waktu yang singkat dengan sebaik mungkin agar target soal yang dikejar dapat dipenuhi.

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban ini kami buat untuk kita ketahui bersama, sebagai gambaran singkat dari kinerja tim soal LCCKS. Semoga laporan pertanggungjawaban ini dapat memberikan pandangan dan masukan bagi tim soal dalam kepanitiaan berikutnya.

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Panitia Pekan Bulan Kitab Suci Gamaska 2008, pengurus, senioren, alumni,

dan juga pembina Gamaska serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami dari tim soal mohon maaf jika terdapat kelemahan dan kekurangan yang ternyata diluar kehendak kami. Akhirnya semoga Tuhan Kita Yesus Kristus Memberkati kita semua. Amin

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

LOMBA MENYANYI SOLO

A. Kondisi Objektif

Pelaksanaan lomba menyanyi solo dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci tahun 2008 oleh Gamaska FKIP Untan ditujukan pada kalangan SMA, OMK dan mahasiswa. Peserta yang mengikuti lomba ini menurun dibanding tahun sebelumnya yaitu sebanyak 13 orang. Perlombaan ini dilaksanakan pada tanggal 21 September 2008 yang bertempat di Gedung Anex Universitas Tanjungpura. Adapun penanggung jawab dari lomba ini adalah Fonnie.

B. Realisasi Kerja

Dalam pelaksanaan lomba ini, kami telah berusaha semaksimal mungkin agar perlombaan dapat berjalan dengan baik. Perlombaan ini kami buat dalam dua babak, yaitu babak penyisihan; di mana dari 13 peserta yang tampil dipilih 5 besar peserta yang memiliki nilai tertinggi yang berhak untuk masuk dalam babak final oleh Dewan juri yang terdiri dari Bapak Konklusius Bona, Bapak Yohanes Peten Lewo, dan Frater Sintus. Babak penyisihan ini berjalan dengan baik, walau ada kendala reknis ringan.

Kendala yang fatal terjadi pada babak final. Adanya gangguan pada soundsystem, dan miskomunikasi antara peserta denagn pemain keyboard adalah beberapa kendala yang membuat babak final solo menjadi terganggu. Walau begitu, kelima peserta tetap berusaha untuk menampilkan penampilan terbaiknya.

Pada babak final ini, dewan juri yang terdiri dari Bapak Konklusius Bona, Bapak Yohanes Peten Lewo dan Saudara Sabinus telah memutuskan 3 orang terbaik yang berhak menyandang gelar pemenang. (terlampir)

C. Remomendasi

Agar lomba menyanyi solo dapat berjalan dengan baik pada kesempatan selanjutnya, maka kami merekomendasikan beberapa hal, yaitu :

1. Seksi acara dan PJ lomba harus bisa mencari dna memastikan juri dan pemain keyboard secepat mungkin agar tidak terjadi kebingungan lagi pada waktu menjelang hari pelaksanaan.

2. Dalam menentukan lagu–lagu yang akan dinyanyikan, hendaknya seksi acara dan PJ lomba bisa berkonsultasi dengan pemain keyboard, agar pemain keyboard dapat mempersiapkan diri jauh sebelum lomba dimulai.

3. PJ lomba hendaknya dapat mempersiapkan MC maksimal 3 orang agar MC yang terkendala jadwal bisa digantikan oleh rekannya.

4. MC yang ditunjuk hendaknya membuat konsep tentang apa yang harus dibicarakan dan tidak perlu berbelit–belit.

5. Seksi acara harus membuat tatib yang jelas dalam setiap perlombaan, dan panitia juga harus bisa bertindak tegas dalam menerapkan tatib yang telah dibuat.

6. Dalam melakukan diskualifikasi terhadap peserta lomba, harus berdasarkan tatib yang telah dibuat.

7. PJ lomba perlu mempersiapkan acara selingan agar tidak terkesan mendadak.

8. Cek nada untuk final sebaiknya dilaksanakan satu hari sebelum perlombaan dan pada waktu yang sama.

9. Bagi peserta lomba yang berhalangan hadir pada hari pelaksanaan, maka diharapkan peserta tersebut harus melapor kepada panitia selambat-lambatnya pada waktu teechnical meeting.

D. Evaluasi

Dari serangkaian kegiatan lomba menyanyi solo yang kami lakukan, kami berharap dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi agar kegiatan yang akan datang dapat berjalan denagn lebih baik lagi. Evaluasi yang kami berikan adalah di dalam kepanitiaan harus ada sikap kerja sama dan saling mendukung satu sama lain agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan baik. Permasalahan memang selalu ada, tetapi tidak boleh saling menyalahkan dan harus berusaha agar tetap kompak dan saling mengisi satu sama lain sehingga sesuai dengan komitmen awal.

E. Penutup

Demikianlah Laporan pertanggungjawaban dari kami seksi acara dalam pelaksanaan lomba menyanyi solo. Kami mengucapkan terima kasih setulusnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu kami sehingga kegiatan ini dapat berjalan. Kami juga meminta maaf atas segala kesalahan dan kekurangan yang kami perbuat. Semoga segala doa, upaya dan usaha kita selalu diberkati oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Amin

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

SEKSI PERDEKOR

A. Kondisi Objektif

Pada pembentukan kepanitiaan BKS Gamaska 2008, seksi perdekor terdiri dari 7 orang, yaitu : Patrisius Pramawidyaka, Sutimbang Ngawan, Lisa Elisabeth, Anton Lamang, Herkulanus Aniko, Limbertus Wimpi Pangalila, dan Eksansilus. Akan tetapi anggota kami berkurang menjadi 6 orang yang dikarenakan anggota kami yang bernama Eksansilus pindah ke Perguruan Tinggi di pulau jawa.

B. Realisasi Kerja

Dalam realisasi kerja banyak sekali hambatan yang kami rasakan baik sebelum maupun dalam melaksanakan kegiatan, seperti kurangnya koordinasi antara Co. perlombaan dengan seksi perdekor maupun antar anggota perdekor dalam mempersiapkan peralatan yang akan digunakan dalam perlombaan. Masalah yang paling fatal adalah adanya alat yang rusak, dan pada saat perlombaan dimulai, terjadi gangguan pada mic sehingga mengganggu jalannya perlombaan.

C. Rekomendasi

Setelah melihat secara keseluruhan dari program kerja seksi Perdekor pada tahun ini, dengan pertimbangan agar tidak terjadi ketimpangan-ketimpangan yang sama baik itu masalah ataupun kekurangan pada kepanitiaan selanjutnya, maka kami seksi Perdekor merekomendasikan agar :

1. Memilih anggota seksi yang dapat bekerja sama.

2. Dalam mengambil keputusan harus didiskusikan bersama dengan panitia-panitia lain.

3. Perhitungkan dana yang telah digunakan, serta dalam pengeluaran dana harus diminimalisirkan sebisa mungkin.

4. Rincikan dan persiapkan matang-matang setiap perlengkapan atau keperluan yang akan digunakan pada hari H-nya nanti, sehingga tidak terjadi permasalahan pada hari pelaksaan.

5. Menjaga komunikasi antaranggota satu seksi dan dan kepanitiaan lainnya.

D. Evaluasi

Dalam pelaksanaan kegiatan dan realisasi kerja dari tiap anggota seksi Perdekor, maka kami mengevaluasi agar dalam pelaksanaan program kerja perlu adanya koordinasi yang baik dan saling mendukung dan mempunyai motivasi yang sama, sehingga program kerja tersebut dapat terlaksana dengan baik.

E. Penutup

Demikian laporan pertanggung jawaban dari seksi perdekor dalam kepanitiaan Bulan Kitab Suci Gamaska Tahun 2008 ini kami buat. Laporan ini merupakan gambaran singkat dari kegiatan yang telah kami lakukan, dan kami harap dapat menjadi perhatian untuk selanjutnya.

Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua panitia yang telah membantu kami dalam melaksanakan program kerja kami. Kami telah berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi kami sadar dalam pelaksanaannya masih banyak ditemukan kekurangan dan kami mohon maaf atas kekurangan tersebut. Akhir kata, semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yesus. Amin.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

SEKSI USAHA DANA

A. Kondisi Objektif

Pada pembentukan kepanitiaan BKS Gamaska FKIP Untan, seksi usaha dana terdiri dari 4 orang, yaitu : Alfonsius Logouri Wilman Antoni (Co), Gregorius Ato, Joni Sunardi, dan Ryan Hardi.

B. Realisasi Kerja

Dalam kinerjanya, kami selaku seksi usaha dana telah berusaha untuk menghimpun dana guna mensukseskan kegiatan. Beberapa usaha yang telah kami lakukan, antara lain : meminta dana awal dari Gamaska, meminta sumbangan dari anggota, menjual alat-alat devosi, menjual daging dan kue, serta mengajukan proposal-proposal ke berbagai instansi pemerintahan dan perusahaan-perusahaan, baik yang ada di Kota Pontianak maupun yang berada di daerah. Pemerolehan dana mendapat tambahan dari uang pendaftaran peserta perlombaan serta sumbangan dari dosen-dosen.

Permasalahan yang kami hadapi adalah sangat kurang nya koordinasi antara koordinator seksi dengan anggota, bahkan sampai saat laporan pertanggungjawaban ini dibuat, koordinator seksi belum melakukan koordinasi dengan anggota. Kurangnya hubungan dengan pihak donatur serta kurangnya inisiatif untuk pencarian dana juga berpengaruh langsung terhadap kinerja dan hasil kinerja kami.

C. Evaluasi

Dari keseluruhan kinerja yang telah kami lakukan, kami berharap dan meyakini bahwa rekan-rekan anggota Gamaska FKIP Untan dapat menjadikan laporan pertanggungjawaban kami ini sebagai bahan evaluasi dengan langkah konkrit berupa perubahan positif pada kepanitiaan berikutnya. Semoga kepanitiaan berikutnya dapat berkaca dan menerima masukan-masukan dari laporan pertanggungjawaban kami ini.

D. Rekomendasi

Agar kekurangan-kekurangan yang terjadi pada seksi usaha dana BKS Gamaska FKIP Untan tahun 2008, tidak terjadi lagi pada kepanitiaan berikutnya, maka kami merekomendasikan hal-hal sebagai berikut :

1. Dalam kinerjanya, koordinator seksi dengan anggota harus banyak berkoordinasi sebelum melaksanakan realisasi kerja.

2. Di dalam pemilihan koordinator seksi dan anggotanya, hendaknya lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas.

3. Memperluas dan memperbanyak jaringan donatur yang diyakini mampu memberikan sumbangan.

4. Libatkanlah mahasiswa baru untuk bergabung dalam kepanitiaan, khususnya di bidang usaha dana, hal ini dimaksudkan sebagai upaya pembelajaran bagi mereka.

5. Mengingat pencarian dana yang terkendala libur, maka untuk mengantisipasi hal itu panitia harus dibentuk pada awal tahun.

6. Untuk membantu pencarian dana dapat melakukan penjualan alat devosi ke daerah-daerah atau ke tempat lain yang memungkinkan.

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban dari seksi usaha dana ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh panitia, pengurus Gamaska, para senior, alumni-alumni, bapak dan ibu dosen serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu yang telah memberikan bantuan yang sangat berharga bagi kami. Permohonan maaf kami sampaikan, apabila selama seksi usaha dana melaksanakan kinerjanya sampai pada laporan pertanggungjawaban ini dibuat, ditemukan banyak kesalahan dan kekurangan. Akhir kata, semoga Tuhan kita Yesus Kristus Selalu Memberkati, Amin.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

SEKSI KONSUMSI

A. Kondisi Objektif

Pada pembentukan panita BKS tahun 2008, panita dari seksi konsumsi terdiri dari 9 orang, yaitu: Krispina selaku koordinator, Agustina Kusmawati, Margareta Leni Fatmawati, Medin Petrus, Valentina Iren, Sesilia, Yustina Feridiana, Yustina Rini, Nikolaus Rino, dan Lohan sebagai anggota.

B. Realisasi Kerja

Dalam pelaksanaanya di lapangan, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan tugas kami sebagai panitia dari seksi konsumsi. Adapun tugas-tugas yang telah kami lakukan sebagai panitia seksi konsumsi, antara lain:

1. Mempersiap dan menyediakan konsumsi untuk para panitia pada saat dekorasi.

2. Mempersiap dan menyediakan konsumsi untuk para juri lomba.

3. Mempersiapkan dan menyediakan konsumsi untuk peserta lomba.

4. Mempersiap dan menyediakan konsumsi untuk cara penutupan kegiatan.

Dari keempat tugas di atas, khusus untuk konsumsi bagi peserta lomba hanya diberikan pada saat lomba Baca Kitab Suci tingkat SD. Pemberian konsumsi semacam ini di karenakan peseta lomba adalah anak-anak dan lomba tersebut berlangsung cukup lama. Selain itu, terjadinya sedikit masalah pada saat pemesanan kue untuk konsumsi para juri, seperti tidak adanya tempat pemesanan kue yang buka di pagi hari dan jauhnya jarak tempat pemesanan kue dari tempat kegiatan; namun, untuk mengatasi masalah ini kami meminta bantuan kepada panitia lain yang bertempat tinggal dekat dengan tempat pemesanan kue.

C. Evaluasi

Pada dasarnya semua anggota panitia dari seksi konsumsi melaksanakan tugasnya, namun pada kenyataannya dilapangan ada sebagian panitia yang selama persiapan sampai pada berlangsungnya kegiatan hanya datang sekali. Dalam hal ini, banyak faktor yang mempengaruhi keadaan tersebut, seperti kurangnya kesadaran anggota panitia untuk melaksanakan tugasnya; kurangnya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai panitia; dan kurangnya koordinasi tehadap semua anggota panitia dari seksi konsumsi. Situasi yang seperti ini tentunya berpengaruh terhadap kinerja kami di lapangan, seperti:

1. Pada saat pelaksanaan piket untuk memberikan konsumsi, ada beberapa anggota panitia yang tidak dapat bertugas kerena terbentur dengan jadwal perkuliahan.

2. Adanya anggota panitia yang tidak dapat pergi melaksanakan tugas karena tidak mempunyai kendaraan.

3. Saat memberikan konsumsi bagi juri tidak memperhatikan kesempatan, akibatnya konsentrasi juri untuk memberikan panilaian bisa menjadi terganggu.

4. Tidak adanya panitia yang siap berada di tempat, imbasnya pada saat pembagian konsumsi disibukkan untuk mencari dahulu panitia konsumsi lainnya.

5. Selama kegiatan berlangsung, dari 10 orang panitia seksi konsumsi yang melaksanakan tugasnya dengan baik hanya ¼ dari semua anggota panitia.

D. Rekomendasi

Dari hasil evaluasi sebelumnya, diharapkan untuk kepanitiaan selanjutnya agar dapat memperbaiki kinerja kami yang masih jauh dari hasil maksimal atau setidaknya dapat mengurangi masalah-masalah yang terjadi di kepanitiaan kami sekarang. Oleh karena itu, kami merekomendasikan:

1. Pilihlah anggota seksi yang sungguh mau bekerja dan mempunyai rasa tangung jawab terhadap pekerjaannya.

2. Untuk masalah pemesanan kue, janganlah terlalu mengulur-ulur waktu untuk mencari tempat pemesanan; dan tempat pemesanannya pun harus dipastikan.

3. Harus saling koordinasi antaranggota seksi dan panitia lain, agar dalam melaksanakan tugas dapat saling membantu.

4. Selesaikan tugas yang sudah diberikan dari koordinator seksi, apabila sudah selesai barulah terlibat dalam seksi kepanitiaan yang lain.

5. Dalam memberikan konsumisi, tentukanlah waktu yang tepat.

6. Khusus untuk peserta lomba harus diberikan konsumsi, setidaknya air minum.

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban kepanitiaan dari seksi konsumsi dalam kegiataan Bulan Kitab Suci Gamaska 2008 kami buat, dan bertujuan untuk memberikan gambaran singkat mengenai kinerja yang telah kami lakukan. Dari setiap tugas yang telah kami laksanakan, semuanya tidak terlepas dari perhatian pihak-pihak lain turut serta memberikan bantuannya. Kami menyadari bahwa apa yang telah kami lakukan di dalam kepanitiaan masih terdapat banyak kekurangan dan oleh karena itu, kami mohon maaf kepada semua belah pihak yang berkaitan. Akhir kata, semoga kita semua selalu diberkati dan dilindungi oleh kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Amin



LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

SEKSI HUPUDOK

A. Kondisi Objektif

Pada awal terbentuknya Panitia BKS 2008, seksi humas terdiri dari 8 orang yang terdiri dari Marta Maria Dona sebagai koordinator dan Christoporus, Dominique, Leony Alan Sari, Leo Hasky, beserta Willy sebagai anggota.

B. Realisasi Kerja

Sesudah dibentuknya panitia, kami dari seksi humas sudah siap mengembani dan melaksanakan tugas-tugas yang telah diserahkan kepada kami. Kami pun berusaha semampunya melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawab kami sebagai seksi humas. Adapun usaha yang telah kami laksanakan dan menjadi tangung jawab kami antara lain:

1. Menghubungi dan memastikan juri-juri lomba,

2. Menghubungi dan memastikan organis.

3. Menghubungi dan memastikan pastor untuk memimpin misa.

4. Menyampaikan surat undangan kepada dosen-dosen beserta UKMF dan HIMA.

5. Menyampaikan surat undangan pengiriman utusan ke sekolah-sekolah, UKMF, OMK, dan asrama mahasiswa.

6. Mempublikasikan kegiatan.

7. Melakukan dokumentasi kegiatan.

C. Evaluasi

Pada kenyataannya, yang kami lakukan di lapangan dihadapkan pada berbagai kendala. Hal ini tentu membuat kinerja kami terasa sangat belum maksimal, ada dua kendala utama yang kami hadapi, di antaranya:

1. Minimnya kesadaran atas tangung jawab pegang oleh setiap anggota panitia.

2. Dalam proses publikasi kegiatan, khususnya undangan untuk mengikuti lomba tidak berjalan dengan baik, terbukti dengan ada beberpa jenis lomba yang jumlah pesertanya menurun dari tahun sebelumnya.

3. Koordinasi yang lemah antaranggota panitia.

Dari kendala di atas, menimbulkan dampak yang besar terhadap kelancaran kegiatan. Satu di antaranya yaitu ada beberapa surat yang tidak tersampaikan dan menimbulkan pertanyaan dari beberapa belah pihak.

D. Rekomendasi

Selalu belajar dari kesalahan, itulah yang selalu menjadi prinsip bagi kita. Untuk itu, dari hasil evaluasi yang telah dikemukakan sebelumnya terdapat banyak pelajaran untuk kepanitiaan berikutnya. Kami sebagai panitia dari seksi hupudok merekomendasikan beberapa hal untuk diperhatikan pada kepanitiaan berikutnya.

1. Seksi hupudok harus benar-benar mau bekerja dan pandai untuk bersosialisasi.

2. Seksi humas hendaknya bisa mencari koneksi di luar kepanitiaan yang bisa diandalkan.

3. Bila menghubungi seseorang jangan cepat mengambil keputusan, carilah kejelasan dan kepastiannya.

4. Setiap surat yang dikirim, perlu dipastikan lagi apakah surat-surat itu sudah tersampaikan.

5. Bagi anggota panitia jangan pernah merasa tidak dipercaya atau diperdulikan karena ini akan menimbulkan masalah di kepanitiaan itu sendiri.

6. Surat undangan mengikuti lomba setidaknya harus sudah sebarkan semua pada H-14 atau 14 hari sebelum kegiatan dilaksnakan.

7. Untuk proses dokumentasi kegiatan, jangan hanya mengutamakan pada saat kegiatan berlangsung tetapi setiap kenerja yang dilakukan panitia dalam mempersiapkan kegiatan juga harus didokumentasi sebagai arsip.

8. Dalam membuat dokumentasi sebaiknya tidak hanya menggunakan kamera digital, bila perlu juga menggunakan handycam untuk lebih mengabadikan kegiatan.

9. Anggota panitia harus saling berkomunikasi dan mau bekerjasama serta percaya satu sama lain.

10. Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab.

E. Penutup

Demikianlah laporan pertanggungjawaban dari seksi hupudok dalam kepanitiaan BKS Gamaska 2008 kami buat sebagai gambaran singkat dari realisasi kerja kami. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih untuk semua belah pihak yang telah bersedia dengan ikhlas membantu kami dalam melaksanakan tugas kami sebagi seksi hupudok; dan semoga Tuhan memberkati. Amin


DAFTAR PEMENANG LOMBA KEGIATAN BULAN KITAB SUCI 2008

JUARA

KATEGORI

NAMA

UTUSAN

I

Paduan suara

Paduan suara Gembala Baik

SMA Gembala Baik Pontianak

II

Paduan suara OMK St. Carolus

OMK Paroki Keluaraga Kudus

III

Paduan suara PSM

Arama Petrina

IV

Paduan suara SMA 4

SMA N 4 Pontianak

V

Paduan suara Matuk

Asrama Mahasiswa St. Bonaventura

I

Menyanyi solo

Theodora Apriani

OMK Bunda Maria Jeruju

II

Clarissa Secia Angela

SMA N 4 Pontianak

III

Silvia Katharina

SMA Gembala Baik Pontianak

IV

Trivonia Christi

OMK MRPD

V

Sri Astuti

SMK Sta. Maria Pontianak

I

Mendarazkan Mazmur

Clarissa Secia

SMA N 4 Pontianak

II

Serenia Chelsy A.

SMA St. Paulus Pontianak

III

Yosefina

OMK St. Agustinus

IV

Imo

OMK Katedral St. Yosef

V

Frisna

SMA Gembala Baik Pontianak

I

Baca kitab suci tingkat SMP

Kresensia

SMP N 2 Pontianak

II

Vinsensia Esi

SMP Suster Pontianak

III

Inka

SMP N 2 Pontianak

IV

Monica Tiara

SMP Bruder Pontianak

V

Cicilia

SMP N 2 Pontianak

I

Baca kitab suci tingkat SD

Lidwina G. Catlin

SD Bruder Nusa Indah Pontianak

II

Vinila Prasetyo

SD Bruder Nusa Indah Pontianak

III

Stevani Dwi N.

SD Bruder Nusa Indah Pontianak

IV

Margaretha Carolin

SD Suster Pontianak

V

Jessica

SD Gembala Baik Pontianak

I

Cerdas Cermat kitab suci tingkat SMA

Robby Kristian, David Mulyawan, Sella Ursula

SMA N 1 Pontianak

II

Hengky Fransisco, Sherly, Hanandra

SMA St. Paulus Pontianak

III

Marleusia Emy, Delfina Editha, Priska Liadi

SMA N 3 Pontianak

IV

Cevin G., Fesy Jandy, Era Rosalin

SMK Sta. Maria Pontianak

I

Cerdas cermat kitab suci tingkat SMP

Melinda, Engelbertus Willi, Edward Chandra

SMP Suster pontianak

II

Kenny Kowira, Berliani Cristi, Yolanda Viktoria R.

SMP Suster Pontianak

III

Inka Margareth S., Kresensia Aprilia, Cecilia Primawati

SMP N 2 Pontianak

IV

A. Rico, Baratanang, Flisia Elsa Lawianiga

SMP N 19 Pontianak

V

Yosafat Novetio, Michael, Frans Kristian

SMP N 6 Pontianak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar